awasdisini.com – Setiap tempat tentunya memiliki cerita tersendiri yang ditinggalkan oleh nenek moyang pada zaman dahulu, tak terkecuali di Gunung Sunda. Objek Wisata yang mulai dikenal luas pada 2015 ini juga menyimpan cerita mistis dan bukti nyata peninggalan nenek moyang yang hingga kini tetap di jaga. Seperti apa legenda yang tertanam di puncak Gunung Sunda?!

Pada Tahun 1985 kebelakang, Gunung Sunda di yakini sebagai tempat yang sakral hingga tidak ada satu orangpun yang berani datang ke gunung ini. Orang tua zaman dahulu menjaga tempat yang dianggap keramat ini dengan menyebarkan peringatan secara lisan yang biasa orang sunda dengar dengan istilah ‘Pamali’. Beberapa kalimat larangan ‘ceuk kolot bahela’ (kata orang tua zaman dulu) yang tersebar antara lain “jangan ada di atas gunung pada jam 11:00 WIB dan pada waktu Magrib” yang mungkin dimaksudkan agar tidak meninggalkan waktu sholat pada waktu tersebut.
Gunung Sunda juga memiliki keunikan – keunikan seperti nama yang di berikan yaitu Gunung-Sunda, dimana kata Sunda sendiri memiliki arti sebagai jati diri urang Sunda, maka Gunung Sunda adalah Gunung yang menjadi jati diri masyarakat Sunda. Selain pemberian nama pada gunung, nenek moyang pada zaman dahulu juga meninggalkan nama pada batu – batu yang tertanam di Gunung Sunda sebagai cara berkomunikasi mereka untuk menyampaikan peninggalan mereka pada generasi kita saat ini.

Salah satu batu melegenda yang memiliki cerita mistis berdasarkan spiritual masyarakat zaman dulu yaitu, Batu Buruy. Konon, dahulu ada warga yang pergi ke Batu Buruy kemudian menghilang dan di bawa ke suatu kerajaan sebelum akhirnya di kembalikan lagi di Batu Buruy itu. Batu melegenda lainnya yaitu, Batu Lulumpang. Batu ini adalah batu yang digunakan nenek moyang untuk menumbuk padi pada zaman dahulu. Kini batu Lulumpang di beri pagar pendek agak para wisatawan yang berkunjung diharapkan tidak masuk ke area yang telah dipagar karena kabar nya batu ini termasuk tempat terlarang yang tidak boleh diinjak dan harus tetap di jaga. Tempat terlarang yang melegenda lainnya adalah Batu Cikaracak yang terletak paling bawah di Gunung Sunda.
Batu Buruy, Lulumpang, dan Cikaracak merupakan salah satu hasil masyarakat zaman dulu yang kini harus kita jaga dan lestarikan. Begitupun cerita yang melekat pada Gunung Sunda “Saya memandang cerita dan peninggalan ini sebagai salah satu hasil dari masyarakat terdahulu yang harus di jaga dan di kemas rapi oleh kita sebagai generasi muda. Kalau kita menolak akan hal tersebut, itu berarti kita tidak bersikap bijak.” Ujar Dede Rizal (Minggu, 25/06/2016).

Batu Melegenda Di Gunung Sunda - awasdisini.com
Batu Buruy – Foto by Dedi Suhendra
Setiap tempat tentunya memiliki cerita spiritual dan legenda tersendiri, tugas kita sebagai generasi muda kini adalah menjaga dan melestarikan peninggalan tersebut dengan bijak seperti yang di ucap kan Kang Dede Rizal. Buat para Dangerous yang berkunjung ke Gunung Sunda, jadi lah pengunjung yang sopan dan bijaksana dalam menikmati keindahan alam serta sejarah dan bukti nyata yang terdapat di kawasan Gunung Sunda yaa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here